Langsung ke konten utama

Budaya Populer

Mata Kuliah
Sosiologi Komunikasi








Disusun Oleh :
Faisal Hamdan Fuadi (B95219098)


Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
2020






A. Pengertian Budaya Populer

Pop berasal dari kata populer yang dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya adalah dikenal dan disukai orang banyak. Contoh sederhana populer dalam kehidupan sehari-hari adalah seseorang yang memiliki teman banyak dan disukai teman-temannya. Grup musik atau penyanyi seperti Coldplay, Justin Bieber, hingga Raisa dan Sheila on 7 adalah contoh ikon populer dalam dunia hiburan di dalam maupun luar negeri. Dalam kehidupan sehari-hari mie instan, minuman bersoda dan segala makanan siap saji yang ada di dalam mal adalah bagian dari budaya pop. Jangan lupakan juga mal sebagai pusat tempat terjadinya pertukaran budaya pop melalui gerai-gerai toko beserta iklan yang mereka tampilkan.
Secara teori budaya populer adalah budaya yang paling banyak dinikmati masyarakat saat ini. Apapun yang disukai dan diminati orang banyak itulah budaya pop. Budaya populer ini memang memikat, karena konsepnya ringan, menarik dan menyenangkan. Membuat semua orang berduyun-duyun ingin menjadi bagian darinya. Dan pada budaya populer ini peran media massa sangat besar. Karena melalui merekalah berbagai budaya seperti musik, film, makanan, hobi dan masih banyak lagi bisa sampai dan dinikmati oleh kita semua.
Budaya populer merupakan hasil kreasi masyarakat industrial, yang kemudian terjadi interpretasi makna dan hasilnya diwujudkan dalam kebudayaan yang ditampilkan secara dominan, serta didukung dengan kemajuan teknologi produksi, dan penggandaan masal,  dengan tujuan agar dapat lebih mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa adanya batasan ruang dan waktu.
Budaya populer adalah serangkaian piranti hiburan serta merupakan produk yang diperdagangkan untuk kepentingan materi dalam tujuan mencari keuntungan, meskipun terkadang di sisi lain, budaya populer diciptakan untuk kepentingan lain, seperti halnya kepentingan dalam menciptakan tipe budaya politik. Hal ini memberikan fakta bahwa budaya populer bertautan pada banyak aspek, seperti konsumsi, fashion, politik, dan lain-lain.
Budaya Popular adalah budaya yang secara sengaja dihasilkan oleh media massa, yang kemudian media massa menyampaikan segala sesuatu terkait dengan kemunculan budaya untuk disesusaikan dengan kondisi dan situasi, sehingga kemudian dapat dikonsumsi oleh masyarakat.
Dalam sejarahnya puluhan tahun yang lalu budaya populer ini awalnya sempat mengundang kritik karena sifatnya yang terlalu mudah dan instan, murahan dan cenderung tidak berkualitas namun punya kekuatan masif dalam mempengaruhi masyarakat sehingga terbentuk tren. Ada juga kelemahan budaya populer ini. Karena umumnya dibuat secara massal biasanya hal-hal dalam budaya pop cendurung tidak memiliki kualitas dan cenderung seragam. Sehingga akan mudah tergantikan oleh hal-hal baru yang terus bermunculan. Karena itu banyak yang yang memilih untuk tidak mengikuti budaya populer. Kemudian muncul budaya tandingan sebagai reaksi dari kebudayaan pop ini yang kemudian dinamakan subkultur. Yaitu respon terhadap kebudayaan utama yang dominan. Sebagai contoh di dunia pop ada berbagai subkultur yang kita kenal. Seperti cosplay (costum play), olahraga skateboard dan musik independen. Mereka sama-sama muncul sebagai pilihan lain dari yang sudah ada.
Kembali lagi ke kehidupan kita sehari hari. Kini dengan gawai dan ponsel pintar, budaya pop telah melebur dalam kehidupan kita bagaikan udara yang kita hirup dan darah yang mengalir dalam tubuh kita. Melalui gawai, ponsel pintar dan internet, budaya pop dapat kita akses lebih cepat. Tidak perlu pergi ke mal, membaca majalah atau menyalakan televisi untuk tahu tren terbaru dunia pop. Berita dari seisi dunia bisa hadir di genggaman tangan kita setiap detik, setiap jam, setiap hari dalam seminggu.

1. Pengertian Budaya Populer Menurut Para Ahli
Adapun pengertian budaya populer menurut beberapa ahli sebagai berikut:
Secara etimologi, Budaya pop (cultural popular), berasal dari bahasa Spanyol dan Portugis, memiliki makna yaitu merupakan unsur kebudayaaan yang bersumber dari rakyat. Berdasar pada perspektif bahasa dan kebudayaan Latin, budaya populer lebih banyak mengarah pada adanya pemikiran- pemikiran tentang perkembangan kebudayaan dari kreativitas orang kebanyakan di masyarakat (Lull, 1997: 85).
a) KBBI
Budaya populer adalah budaya yang dikenal dan digemari kebanyakan masyarakat pada umumnya, relevan dengan kebutuhan masyarakat pada masa sekarang, serta mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari- hari. Sehingga memunculkan perspektif budaya pop sebagai suatu budaya yang sudah berkembang kemudian menjadi kebiasaan yang digemari oleh banyak masyarakat.
b) Stuart Hall
Budaya populer adalah budaya sebagai suatu pertunjukkan yang menampilkan ranah sesuai dengan kesepakatan bersama dalam masyarakat, serta di dalamnya terkandung ketahanan yang mengakar kuat. Budaya pop merupakan ranah berlangsungnya penguasaaan terhadap kelompok tertentu dengan kesepakatan nilai-nilai sosial dari paham penguasa yang mendominasi.



B. Ciri Budaya Populer
Budaya populer secara umum dapat dicirikan sebagai berikut:
1. Menjadi tren
Salah satu ciri dari budaya populer adalah dimana sebuah budaya menjadi trend dalam kehidupan masyarakat, serta cenderung diikuti atau digemari oleh kebanyakan masyarakat pada umumnya.
2. Adanya keseragaman bentuk
Adanya keseragaman bentuk menunjukkan ciri sebuah hasil kreasi manusia yang menjadi tren dalam kalangan masyarakat umum, pada akhirnya diikuti dan cenderung terjadi proses imitasi melalui tindakan penjiplakan. Karya tersebut kemudian dapat menjadi pelopor atau promotor bagi karya-karya lain dengan karakteristik yang relative sama.
3. Adaptabilitas
Ciri adaptabilitas menunjukkan perspektif tentang sebuah budaya populer akan mudah dinikmati serta masyarakat umum dapat beradaptasi dengan kondisi yang terjadi, yang kemudian mengarah pada tren yang berkembang di masyarakat.
4. Durabilitas
Sebuah budaya populer akan dilihat berdasarkan ciri durabilitas, yaitu menunjukkan perspektif tentang pergerakan waktu, dimana pelopor budaya populer yang dapat mempertahankan diri dengan karakteristik maupun keunikan yang melekat kuat, sehingga akan terjadi ketahanan suatu budaya agar terus berkembang di masyarakat, meskipun sudah lama berjalan.
5. Profitabilitas
Berdasrkan perspektif ekonomi, budaya populer berpotensi menghasilkan keuntungan dalam bentuk materi yang besar bagi industri yang mendung keberlangsungannya.




C. Proses Budaya Populer
Berbicara mengenai budaya pop tentu tidak terlepas dari peran media. Arti media sosial berperan sebagai pembawa budaya pop ke masyarakat luas. Media telah memproduksi berbagai jenis produk budaya populer yang dipengaruhi oleh budaya asing dan hasilnya telah disebarluaskan melalui jaringan global sehingga masyarakat secara sadar atau tanpa sadar telah menyerapnya sebagai suatu kebudayaan yang berkembang.
Seringkali dalam kehidupan sehari- hari muncul anggapan  bahwa budaya pop itu memperdayakan masyarakat. Media dalam hal ini lebih tepatnya  berperan sebagai piranti penyalur  hiburan dan dapat pula mempermudah kita mencari ataupun menggali informasi yang luas tentang perkembangan kehidupan di segala penjuru dunia.
Kemudian dalam prosesnya, konsumen penikmat budaya pop mengkonsumsi lalu menelaah informasi sebagai bahan untuk menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini telah terjadi proses adopsi oleh masyarakat terhadap budaya populer.
Dalam proses budaya populer, media menjalankan perannya, sebagai penyebar luasan teknologi informasi dan hiburan, juga sebagai institusi pencipta dan pengendali pasar komoditas dalam suatu lingkungan sosial kemasyarakatan.
Hingga pada akhirnya, jenis produk dan yang diproduksi dalam beragam keadaan dan disebarluaskan melalui peran media, akan diserap oleh publik sebagai suatu produk kebudayaan, kemudian hal ini berimplikasi pada proses terjadinya syarat interaksi sosial yang erat antara media dan masyarakat.


D. Macam Budaya Populer
Ada beberapa macam-macam bentuk budaya populer, diantaranya sebagai berikut:
1. Televisi
Televisi merupakan media eletronik yang berkembang pesat dalam kehidupan masyarakat. Seiring perkembangannya, televisi menjadi salah satu ikon budaya populer yang sangat digemari, dan banyak mempengaruhi kehidupan dari berbagai sisi.
2. Fiksi
Merupakan cerita yang dikembangkan dari imajinasi, atau dengan kata lain secara tersirat, ditulis bukan berdasarkan sejarah atau fakta. Budaya populer menciptakan ribuan fiksi yang dikonsumsi masyarakat
3. Film
Merupakan serangkaian gambar diam, yang ditampilkan pada layar lebar atau sinema kemudian menciptakan ilusi gambar bergerak. Ilusi optik ini menyuguhkan tontonan dengan gerakan runtut yang berkelanjutan antara objek yang berlainan. Proses penciptaan film menggabungkan aspek seni dan industri.
4. Surat Kabar dan Majalah
Merupakan media cetak yang disajikan untuk menyuguhkan beragam informasi kepada masyarakat melalui sajian tulisan. Surat kabar dan majalah sangat digemari masyarakat luas dalam menggali berita maupun informasi.
5. Musik Pop
Musik pop merupakan salah satu genre music. Kata pop berasal dari populer, dimana music pop merupakan music yang populer di kalangan masyarakat, banyak digemari oleh masyarakat. Sebagai salah satu bentuk budaya populer, music pop mudah dicerna dan diterima oleh kebanyakan masyarakat pada umumnya.

E. Contoh Budaya Populer
Budaya populer dapat dicontohkan dalam berbagai tindakan sebagai berikut:
1. Shoping
Berbelanja atau seringkali diistilahkan dengan shoping, merupakan aktivitas pengisi waktu luang yang paling populer bagi masyarakat modern. Sehingga tak heran seiring dengan perkembangan zaman, kian menjamur banyak mal-mal, restoran atau foodcourt, bioskop, persewaan atau penjualan video disk, tempat makan cepat saji, tempat-tempat hiburan, butik, dan sebagainya.
Dengan kegiatan shoping sebagai salah satu contoh budaya populer yang berkembang di masyarakat, menjadikan mall atau tempat berbelanja sebagai ruang publik. Dalam hal ini keberadaan ruang public menjadi media sekumpulan orang untuk berkumpul di pusat perbelanjaan, tidak melulu harus berbelanja atau membeli sesuatu melainkan banyak dijumpai masyarakat hanya melihat-lihat atau sekedar jalan jalan maupun mencari hiburan.
2. Demam Korea (Korean wave)
Komponen- komponen budaya populer Korea ini memiliki pengaruh yang relative besar pada negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, penyebaran budaya nasional yang bersifat popular korea bermula dari penanyangan beberapa drama korea pada awal tahun 2000 an.
Seiring perkembangannya, pengaruh sifat budaya populer koree begitu meresap di masyarakat, sehingga tak jarang banyak masyarakat yang sangat menyukai budaya populer korea.
3. Korean Pop (K Pop)
Setelah keberhasilan budaya populer korea menguasai pasar Indonesia, serta memikat masyarakat luasdengan dramanya, Korea pun mulai mengembangkan dengan penciptaan musik Korea. Korean Pop (Musik Pop Korea) disingkat K-pop, adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan.
Banyak masyarakat Indonesia, khusunya para remaja dan kaum perempuan yang sangat menggemari music pop korea dengan suguhan rnatus boyband dan girl band yang memikat hati pemirsa.















Kesimpulan

Pop berasal dari kata populer yang dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya adalah dikenal dan disukai orang banyak. Contoh sederhana populer dalam kehidupan sehari-hari adalah seseorang yang memiliki teman banyak dan disukai teman-temannya. Grup musik atau penyanyi seperti Coldplay, Justin Bieber, hingga Raisa dan Sheila on 7 adalah contoh ikon populer dalam dunia hiburan di dalam maupun luar negeri. Dalam kehidupan sehari-hari mie instan, minuman bersoda dan segala makanan siap saji yang ada di dalam mal adalah bagian dari budaya pop. Jangan lupakan juga mal sebagai pusat tempat terjadinya pertukaran budaya pop melalui gerai-gerai toko beserta iklan yang mereka tampilkan.
Secara teori budaya populer adalah budaya yang paling banyak dinikmati masyarakat saat ini. Apapun yang disukai dan diminati orang banyak itulah budaya pop. Budaya populer ini memang memikat, karena konsepnya ringan, menarik dan menyenangkan. Membuat semua orang berduyun-duyun ingin menjadi bagian darinya. Dan pada budaya populer ini peran media massa sangat besar. Karena melalui merekalah berbagai budaya seperti musik, film, makanan, hobi dan masih banyak lagi bisa sampai dan dinikmati oleh kita semua.
Kembali lagi ke kehidupan kita sehari hari. Kini dengan gawai dan ponsel pintar, budaya pop telah melebur dalam kehidupan kita bagaikan udara yang kita hirup dan darah yang mengalir dalam tubuh kita. Melalui gawai, ponsel pintar dan internet, budaya pop dapat kita akses lebih cepat. Tidak perlu pergi ke mal, membaca majalah atau menyalakan televisi untuk tahu tren terbaru dunia pop. Berita dari seisi dunia bisa hadir di genggaman tangan kita setiap detik, setiap jam, setiap hari dalam seminggu.












Daftar Pustaka

James, Lull. Media, Komunikasi, Kebudayaan: Suatu Pendekatan Global, terj. A. Setiawan Abadi (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1997), hlm. 85.

Ariel Heryanto (ed.), Budaya Populer di Indonesia Mencairnya Identitas Pasca Orde-Baru, terj. Eka S. Saputra (Yogyakarta: JALASUTRA, 2012), hlm. 6.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendalaman Terapi Shalat Bahagia

PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA Assalamualaiakum warahmatullahi wabarakatuh…             Wahai saudaraku siapapun yang membaca pada materi kali ini semoga kalian selalu diberikan kesehatan, kelimpahan rezeki, pengetahuan yang luas, dan juga menjadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama, aamiiin yarabbal ‘alaamiiin…. Sebagaimana yang kita ketahui, Shalat adalah rukun Islam yang kedua. Shalat adalah rukun yang paling ditekankan setelah dua kalimat syahadat. Shalat juga merupakan sarana komunikasi antara seorang hamba dengan Rabbnya. Sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:    إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَاصَلَّى يُنَاجِيْ رَبَّهُ “Sesungguhnya apabila salah seorang diantara menunaikan shalat, maka dia sedang bermunajat (berbisik) kepad Rabbnya (HR. Al-Bukhâri, Kitab Mawaqitus Shalat).”             Shalat itu can...

Qira'at Al-Qur'an

  QIRA’AT  AL-QUR’AN Makalah studi al-Qur’an Disusun oleh : Faisal Hamdan Fuadi NIM : B95219098 Dosen : Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag Ati' Nursyafa'ah, M.Kom.I UIN SUNAN AMPEL SURABAYA 2019 KATA PENGANTAR Tiada kata yang paling indah selain Puja dan Puji syukur saya panjatkan selalu kehadirat Allah SWT. Karena berkat limpahan rahmat, taufik, hidayat serta inayah-Nya, saya bisa menyelesaikan tugas penyusunan Makalah Studi Qur’an dengan judul  Qira’at  al-Qur’an.             Saya selaku penyusun makalah bagaimanapun tidak bisa memendam ucapan terimakasih kepada Bapak Prof.Dr.Moh.Ali Aziz, M.ag. Selaku dosen mata kuliah Studi Qur’an yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam penyusunan makalah ini.             Dalam makalah Studi Qur’an dengan judul  Qira’at  al-Qur’an ini, saya akan membahas tent...