Langsung ke konten utama

Pendalaman Terapi Shalat Bahagia



PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA

Assalamualaiakum warahmatullahi wabarakatuh…
            Wahai saudaraku siapapun yang membaca pada materi kali ini semoga kalian selalu diberikan kesehatan, kelimpahan rezeki, pengetahuan yang luas, dan juga menjadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama, aamiiin yarabbal ‘alaamiiin….
Sebagaimana yang kita ketahui, Shalat adalah rukun Islam yang kedua. Shalat adalah rukun yang paling ditekankan setelah dua kalimat syahadat. Shalat juga merupakan sarana komunikasi antara seorang hamba dengan Rabbnya. Sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  
إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَاصَلَّى يُنَاجِيْ رَبَّهُ
“Sesungguhnya apabila salah seorang diantara menunaikan shalat, maka dia sedang bermunajat (berbisik) kepad Rabbnya (HR. Al-Bukhâri, Kitab Mawaqitus Shalat).”
            Shalat itu canggih, tinggal bagaimana orang yang melaksanakannya, tergantung seberapa besar ia memahami, mendalami, dan memanfaatkan shalat itu untuk kehidupannya sendiri. Nah, pada materi kali ini sangat cocok sekali untuk mendalami arti dan fungsi shalat itu sendiri bagi kehidupan kita sehari-hari.
 Memang “Pendalaman Terapi Shalat Bahagia” ini hanya untuk orang-orang yang pernah bertemu langsung dengan founder PTSB ini yaitu Prof. Dr. Moh. Ali Aziz M. Ag. Tidak hanya sebagai founder, beliau juga merupakan trainer elatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB) ini dan juga founder Yayasan Kun Yakuta Fondation yang mempunyai kantor di Gang 1 Siwalankerto No. 141 Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan guru besar/dosen pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya sejak tahun 2004, beliau juga termasuk trainer internasional, unsur Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur, Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang), Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (2011-sekarang), Pengisi Mimbar Islam di TVRI Jatim, Kajian Terapi Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro. 1 dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El Victor Surabaya 93.3 FM, beliau juga Pendakwah internasional sekaligus Imam shalat taraweh yang sudah berkeliling di Benua Asia, Eropa bahkan Afrika, seperti umat islam di Hongkong, Macau, Senzhen, Taiwan (2000-sekarang), Malaysia (2004), Jepang (2006 dan 2013), Iran (2008,2009,2010), Mauritius-Afrika (2000), Inggris (2005), Belanda (2007), Bangladesh (2013, 2014, 2015) dan Nepal (2015). Di PTSB lah ini orang bisa merasakan dahsyatnya kekuatan energy sholat. Banyak dari peserta dari PTSB ini yang mengalami perubahan secara berangsur-angsur. Beliau sudah banyak membuktikannya dengan berbagai laporan dari beberapa peserta yang telah mengalami perubahan baik itu penyakit baik penyakit kepala, penyakit organ dalam, ataupun penyakit phobia dengan hal-hal tertentu.
PTSB ini merupakan implementasi dari buku 60 menit terapi sholat bahagia karya Prof. H. Moh. Ali Aziz M. Ag dan di sisi lain hal ini dilatarbelakangi beliau juga pernah merasakan sakit. Hal inilah yang membuat beliau ingin menjadikan sholat sebagai sarana untuk terapi penyembuhan dan  mendapatkan kedahsyatan pengaruh shalat terhadap kehidupan manusia dengan kata kunci SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL. Hal ini sesuai dengan keinginan beliau untuk menjembatani arti yang penuh dengan makna yaitu panggilan hayya ‘alas shalah (ayo shalat) menuju hayya ‘alal falah (ayo sukses dan bahagia). Kebanyakan orang-orang berfikiran bahwa hayya ‘alal falaah hanya berarti mari menuju kemenangan, sebenarnya lebih dari itu  PTSB ini ingin konsrtibusi bagi umat islam untuk memberikan bimbingan dan pelatihan/pendalaman serta  praktek sholat agar para peserta bisa lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, optimis. Di sinilah kita mnegetahui  bahwa pada dasarnya tujuan utama sholat adalah kokohnya mindset T2Q (Tawakkal, tumakininah, dan qona’ah).
Sungguh beruntung dan bahagia seorang mukmin ketika shalat yang dilakukan dengan khusyuk dan jiwanya menjadi tenang karena ia berkomunikasi dengan tuhannya. Dzat yang mampu menyingkirkan kesulitan dan Dzat yang selalu memberi kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Ibnu al-Qayyim menjelaskan faedah shalat. Beliau mengatakan bahwa shalat termasuk faktor dominan dalam mendatangkan maslahat dunia dan akhirat, serta menyingkirkan keburukan dunia dan akhirat. Ia menghalangi dari dosa, menolak penyakit hati, mengusir kelukaan fisik, menerangi kalbu, mencerahkan wajah, menyegarkan anggota tubuh dan jiwa, dan memelihara kenikmatan, menepis siksa, menurunkan rahmat, dan menyibak tabir permasalahan.”
Sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk menjalankan salat lima waktu. Banyak pelajaran yang kita ambil di dalam setiap gerakan sholat. Tak hanya sebagai sarana beribadah, gerakan salat juga diyakini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh menurut riset sains yaitu sebagai berikut:
1.      Takbiratul Ihram : Mengangkat kedua tangan sampai posisi tangan sejajar dengan telinga. Lalu didekapkan dibawah dada atau perut. Makna mengangkat tangan ketika takbir adalah menunjukan bahwa seorang hamba itu seakan-akan tenggelam dalam lautan kesalahan-kesalahan dan kemaksiatan. Oleh sebab itu, ia mengangkat kedua tangannya seakan ia mengatakan “Wahai Tuhanku, ambillah kedua tanganku, sungguh aku sedang tenggelam dalam lautan kesalahan-kesalahan dan kemaksiatan yang telah lari dari-Mu dan ingin menuju-Mu.” Sedangkan bacaan (Al-Fatihah dan surah) adalah suatu teguran atau komunikasi antara seorang hamba dengan Tuhannya. Manfaat : dapat memperlancar aliran darah dan getah bening didalam tubuh. Selain itu juga dapat memperkuat otot bagian tangan, dimana hal tersebut dikarenakan oleh gerakan mengangkat tangan yang dapat meregangkan otot bagian tangan.
2.      Rukuk : Dimana posisi tubuh kita pada saat rukuk itu membungkuk dengan sudut 45 derajat dan posisi tangan membentuk siku dengan menahan ke bagian paha atau lutut kaki. makna ruku’ adalah seakan-akan seorang yang sedang melaksanakan shalat itu mengatakan, “Akulah hamba-Mu, dan sungguh aku telah menghamparkan tanganku kepadaMu.” Manfaat : dapat menjaga struktur tulang belakang kita dalam posisi yang tegak atau sempurna, dan juga menjaga posisi saraf pusat tetap baik. Selain itu juga dapat memperlancar aliaran darah dari otak ke seluruh bagian tubuh.
3.      I'tidal : Posisi tubuh kita bangkit dan berdiri tegak sesaat. makna berdiri dari ruku’ disertai dengan mengucapkan rabbanaa lakal hamdu (Ya Tuhan kami, segala puji bagiMu) adalah suatu permohonan kepada Allah swt. agar dibebaskan dari segala dosa. Lalu Allah swt. seakan-akan berfirman, “Sungguh aku telah membebaskanmu dari segala dosa.” Manfaat : membuat pencernaan menjadi lebih bagus, karena gerakan ini berporos pada bagian perut yang terdapat bermacam-macam organ pencernaan, sehingga perut kita serasa sedang dipijat.
4.      Sujud : Dahi menyentuh lantai dengan posisi kedua kaki ditekuk sedangkan tangan juga menyentuh ke lantai. Makna dari sujud yang pertama dan diletakkannya dahi di atas tanah adalah seakan-akan seorang hamba itu berkata, “Dari tanahlah Engkau menciptakanku.” Kemudian makna sujud yang kedua adalah seakan-akan ia mengatakan, “Dan di dalamnya lah Engkau akan mengembalikanku (dikubur di dalam tanah ketika meninggal dunia)”. Manfaat : membuat aliran darah yang menuju ke otak menjadi lebih lancar, dan membuat daya berpikir seseorang akan menjadi lebih baik. Disarankan : ketika sedang bersujud itu jangan tergesa-gesa atau menggunakan waktu sujud sedikit lebih lama. Sehingga aliran darah ke otak semakin baik.
5.      Duduk Diantara Dua Sujud : Posisi ini sama dengan Tahiyatul Awal, dengan posisi duduk dengan kaki sebagai tumpuan. makna mengangkat kepala dari sujud yang pertama adalah seakan-akan ia mengatakan, “Darinya (tanah) Engkau mengeluarkanku.” Dan makna bangun dari sujud yang kedua adalah seakan-akan ia mengatakan, “Dan darinya (tanah) Engkau mengeluarkanku lagi (dibangkitkan di hari Kiamat untuk dihisab).” Manfaat : dapat menghilangkan rasa nyeri pada bagian pangkal paha yang menjadikan seseorang  itu akan susah untuk berjalan.
Sudah sepantasnya kita meraih energi baru, inspirasi, optimisme, rasa percaya diri dan solusi atas masalah-masalah belajar Anda melalui terapi shalat. Mungkin ketika kita tiba-tiba tidak mood belajar, sulit menghafal, minder dalam kelas dan pergaulan, menghadapi dosen killer, HP, game dan internet, kekurangan biaya, belajar sambil bekerja aktif organisasi, dan sebagainya. Mulailah dari sekarang kita rajin sholat apapun sholat itu dan wujudkan harapan-harapan anda dengan lebih menghadirkan Allah SWT pada diri anda. Selamat bersiap menyambut masa depan yang cemerlang dan membanggakan. Semoga shalat yang selalu kita lakukan mampu membuat kita menjadi hamba-Nya yang banyak bersyukur, membuat hati lebih tunduk pada Allah, dan membersihkan hati dari penyakit hati sehingga tenang dan damai dalam menghambakan diri pada-Nya. Aamiin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Qira'at Al-Qur'an

  QIRA’AT  AL-QUR’AN Makalah studi al-Qur’an Disusun oleh : Faisal Hamdan Fuadi NIM : B95219098 Dosen : Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag Ati' Nursyafa'ah, M.Kom.I UIN SUNAN AMPEL SURABAYA 2019 KATA PENGANTAR Tiada kata yang paling indah selain Puja dan Puji syukur saya panjatkan selalu kehadirat Allah SWT. Karena berkat limpahan rahmat, taufik, hidayat serta inayah-Nya, saya bisa menyelesaikan tugas penyusunan Makalah Studi Qur’an dengan judul  Qira’at  al-Qur’an.             Saya selaku penyusun makalah bagaimanapun tidak bisa memendam ucapan terimakasih kepada Bapak Prof.Dr.Moh.Ali Aziz, M.ag. Selaku dosen mata kuliah Studi Qur’an yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam penyusunan makalah ini.             Dalam makalah Studi Qur’an dengan judul  Qira’at  al-Qur’an ini, saya akan membahas tent...
Budaya Populer Mata Kuliah Sosiologi Komunikasi Disusun Oleh : Faisal Hamdan Fuadi (B95219098) Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya 2020 A. Pengertian Budaya Populer Pop berasal dari kata populer yang dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya adalah dikenal dan disukai orang banyak. Contoh sederhana populer dalam kehidupan sehari-hari adalah seseorang yang memiliki teman banyak dan disukai teman-temannya. Grup musik atau penyanyi seperti Coldplay, Justin Bieber, hingga Raisa dan Sheila on 7 adalah contoh ikon populer dalam dunia hiburan di dalam maupun luar negeri. Dalam kehidupan sehari-hari mie instan, minuman bersoda dan segala makanan siap saji yang ada di dalam mal adalah bagian dari budaya pop. Jangan lupakan juga mal sebagai pusat tempat terjadinya pertukaran budaya pop melalui gerai-gerai toko beserta iklan yang mereka tampilkan. Secara teori budaya po...